From the blog

Ini 5 Bagian Mesin Mobil Yang Bisa Kamu Cek Sendiri

Sekalinya mesin mobil bermasalah, pasti langsung bikin kesal, apalagi kalau sampai mogok. Termasuk juga risiko mengeluarkan biaya yang lumayan besar untuk perbaikan. Memang mobil Toyota modern nyaris tidak perlu dirawat karena mengandalkan sistem komputer. Namun begitu, tetap ada beberapa bagian yang masih bisa kamu cek sendiri di waktu luang. Nah, tidak ada salahnya kamu melakukan pengecekan dan perawatan ringan kendaraan Toyota kesayangan setelah libur akhir tahun. Ini bagian dari mobil kamu yang bisa diperiksa sendiri tanpa melibatkan bengkel resmi Toyota.

1. Aki mobil

Pasti sangat tidak nyaman bila di pagi hari tiba-tiba mobil kamu tidak mau dinyalakan. Padahal langkah antisipasi agar mobil tidak susah di-starter sangatlah mudah, yang terpenting pastilah baterai atau aki mobil. Seperti mengecek kondisi baterai atau aki kendaraan dengan cara cek ukuran tingkatan air untuk aki basah. Jika kurang, segera tambah sesuai takaran. Sedangkan untuk aki bebas perawatan alias aki kering cukup diperiksa sisa usia pakainya, dibersihkan dan diperiksa pemasangannya. Bersihkan kepala aki bila ada kotoran atau sisa kerak, terutama untuk aki basah.

2. Oli mesin

Jika tidak dilakukan penggantian oli, maka ada beberapa risiko yang harus siap kamu tanggung. Ini karena sifat kimiawi oli akan berubah seiring waktu, bahkan sampai rusak bila kondisi kerja cukup berat seperti sering terkena macet. Alhasil performa oli dalam membantu pelumasan mesin mobil tidak akan efektif.

Meski mobil jarang digunakan, bukan berarti kamu tidak perlu mengganti oli mesin karena terkait sifat kimiawi oli yang akan berubah dan terjadi proses oksidasi akibat mengendapnya uap air. Ketika mengganti oli, usahakan kamu juga mengganti filter oli sesuai aturan produsen mobil yang membuat kualitas oli tetap terjaga hingga saatnya diganti kembali.

3. Radiator

Dengan rutin memeriksa radiator yang meliputi pemeriksaan kebocoran, pengurasan dan penggantian air, maka performa radiator akan tetap terjaga. Sehingga tugasnya sebagai pendingin mesin akan berjalan dengan baik. Jangan gunakan air keran saat mengganti dan menguras air radiator, lebih baik pakai radiator coolant. Atau minimal air galon yang lebih steril dari kotoran. Punya tugas vital dan berat, periksa juga kipas pendingin radiator. Pastikan kipas bekerja dengan baik untuk membantu proses pendinginan mesin.

4. Timing belt

Timing belt merupakan sabuk yang berfungsi untuk meneruskan putaran roda-roda gigi yang terhubung ke bagian internal mesin. Tugasnya mengatur putaran camshaft dan crankshaft agar selaras dan optimal. Jika komponen ini rusak ditandai dengan adanya suara-suara kasar ketika mesin sudah mulai menyala, terutama untuk timing belt dengan bahan rantai.

Kerusakan timing belt yang dibiarkan berlarut akan menyebabkan putus. Nah, putusnya timing belt secara tiba-tiba akan membuat komponen tertentu pada mesin rusak, bahkan mobil harus turun mesin. Terkait mekanisme pemutar, periksa juga sabuk pemutar alternator dan kipas pendingin radiator atau tali kipas. Kalau sudah aus biasanya ditandai dengan suara mendecit. Jangan abai sampai putus, segera ganti jika sudah seperti itu atau saat sudah waktunya diganti.

5. Cairan pendukung

Selain oli mesin, mobil punya cairan lainnya yang mesti dicek secara berkala. Seperti minyak rem, minyak kopling untuk mobil manual, minyak power steering, dan juga oli transmisi. Mengecek seluruh cairan tersebut membantu kamu memastikan bahwa performa mesin selalu dalam kondisi terbaik. Oh ya, selalu lakukan penggantian cairan sesuai aturan karena sifat kimianya pasti berubah dan adanya proses oksidasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1
×
Hello?
Can I help you?